RECENT NEWS
Memuat berita terbaru...

400 Peserta UMKM Turut Meramaikan Pembukaan Street Food Di Kota Gorontalo

Share Berita Ini

NNnews.id – Kota Gorontalo – Ramainya pelaku usaha saat sebuah event digelar belum cukup menjadi ukuran keberhasilan pengembangan UMKM.  Tantangan berikutnya justru bagaimana para pelaku usaha mampu mempertahankan pembeli ketika kemeriahan kegiatan mulai berakhir.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama warga Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Sabtu (3/10/2026).

Muttakin mengatakan, Pemerintah Kota Gorontalo selama ini telah berupaya membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.  Sejumlah kawasan dan kegiatan disiapkan sebagai ruang berjualan, termasuk melalui berbagai event kuliner yang melibatkan ratusan pelaku usaha.

Salah satunya Street Food 1. Menurut Muttakin, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 400 pelaku UMKM, tidak hanya dari Kota Gorontalo, tetapi juga dari luar daerah.

“Street Food 1 itu panjangnya dari samping Rudis Gubernur sampai dengan perempatan Mekdi. Pesertanya kurang lebih 400 peserta UMKM,” kata Muttaqin.

Dari kegiatan tersebut, ia menyebut transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp400 juta. Angka itu menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang dapat tercipta ketika pemerintah menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan.

Namun, Muttakin menilai persoalan UMKM tidak berhenti pada bagaimana menghadirkan keramaian. Konsistensi menjadi pekerjaan yang harus diperhatikan bersama.

Ia mencontohkan kondisi Street Food 2 yang berada di kawasan kompleks SMA 3. Dari sekitar 300 UMKM saat pembukaan, kini masih terdapat sekitar 70 hingga 100 pedagang yang tetap berjualan.

Sementara untuk Street Food 3, Muttakin secara terbuka mengakui kegiatan tersebut mulai mengalami penurunan aktivitas. “Street Food 3 mungkin sekarang sudah redup juga kami akui, memang faktor kebosanan yang ada di para pembeli dan penjual juga,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang tidak hanya berada di tangan pemerintah. Pelaku UMKM juga dituntut mampu mempertahankan minat konsumen melalui kreativitas dan terobosan baru.

“Bagaimana mereka bisa memotivasi diri, bisa menciptakan terobosan-terobosan, bagaimana bisa menciptakan kreativitas supaya pembeli itu datang dengan sendirinya,” tutur Muttakin.

Ia menjelaskan, pemerintah pada dasarnya telah berupaya menciptakan ruang usaha melalui sejumlah kawasan, seperti Sentral, Taman Kota, Lapangan Buladu hingga kawasan Terminal Dungingi.  Pemerintah juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan ruang-ruang tersebut sebagai tempat berjualan.

Untuk itu, Muttaqin mengajak masyarakat yang ingin mengembangkan usaha untuk memanfaatkan ruang yang telah disediakan pemerintah.  Pelaku usaha juga dapat berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo terkait peluang berjualan di kawasan yang telah disiapkan.

Bagi Muttakin, keberlanjutan UMKM membutuhkan kerja dua arah. Pemerintah menyediakan ruang dan kesempatan, sementara pelaku usaha perlu menjaga semangat, menciptakan inovasi, serta membangun daya tarik agar konsumen tidak hanya datang ketika sebuah event sedang ramai.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam pertemuan bersama masyarakat Buladu.  Pemerintah tidak hanya berbicara mengenai peluang usaha, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar mampu mengubah momentum keramaian menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Redaksi NNnews
Redaksi NNnews
Articles: 196